Harga Cabai Naik, Kementan Sidak Lahan Pertanian di Blitar - Polres Blitar Periksa Dua Tersangka Workshop K2 - Kejari Blitar Tetapkan Tersangka Korupsi Pilpres KPUD Jadi DPO - Dua Sejoli Jadi Korban Makin Beringas, Begal di Malang Juga Incar 'Anunya' Korban

Tuesday, August 9, 2016

Mendikbud siap hadapi petisi wacana sekolah seharian


Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengaku tak masalah jika gagasannya mengenai sekolah sehari penuh dipetisi oleh masyarakat di dunia maya.
"Saya senang ide tersebut dipetisi, itu tanda masyarakat kritis," ujar Muhadjir di Jakarta, Selasa (9/8).
Ia mengaku tak masalah dengan petisi menolak gagasan tersebut. Saat ini, sudah 10.000 netizen yang menandatangani petisi itu.
"100.000 pun yang menandatangani tidak masalah. Ini baru ide, nanti ada proses. Kami akan menyusun lebih menyeluruh."
Dia menjelaskan wacana sekolah sehari penuh tersebut bertujuan meningkatkan kompetensi anak bangsa agar berdaya saing.
Meski disebut sebagai sekolah hari penuh, tetapi bukan berarti siswa belajar selama seharian.
Selepas belajar, siswa akan mengikuti kegiatan pendidikan karakter. Menurut dia, hal itu sesuai dengan pesan Presiden Joko Widodo yang mengatakan kondisi ideal pendidikan di Indonesia adalah terpenuhinya peserta didik pada jenjang Sekolah Dasar (SD) mendapatkan pendidikan karakter 80 persen dan pengetahuan umum 20 persen.
Sedangkan pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) terpenuhi 60 persen pendidikan karakter dan 40 persen pengetahuan umum.
Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang itu mengatakan pihaknya berupaya mencari cara agar mengimplementasikan pesan tersebut agar bisa menanamkan pendidikan karakter tersebut di sekolah.
Salah satunya melalui gagasan sekolah sehari penuh itu.
"Tentunya dengan kegiatan yang menggembirakan, yang bisa merangkum pendidikan karakter yang tertuang dalam Nawa Cita," tukas dia.

0 comments:

Post a Comment